Sabtu, 07 Juli 2018

Tips n trick

Bagian ini membicarakan tentang persiapan apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang penjual direct selling profesional..

Walaupun ada banyak hal yang mungkin bersifat umum..

Tapi lucunya,hal-hal inilah yang seringkali dilupakan atau diabaikan...

1.Penampilan.

Seringkali saat seorang marketing direct selling tidak diberikan pakaian seragam kerja saat mempromosikan produknya..

Mereka mengenakan pakaian seenaknya saja..

Baju kaos(sering ketat),celana jeans yang robek sana-robek sini,sepatu sneakers,memakai piercing,dsb...

Mungkin terdengar sepele...

Padahal jika anda ingin menjadi seorang penjual yang baik dan mudah diterima calon konsumen..

Kesan pertama sangat menentukan...!!

Berikut adalah beberapa hal tentang penampilan yang mungkin bisa anda lakukan untuk menjadi penjual yang baik..;

a.Pakailah pakaian kerja.

Tidak harus formal(seperti memakai jas dan dasi),karena kultur budaya kita berbeda dengan negara-negara maju..

Cukup memakai ;

- kemeja,boleh lengan pendek atau panjang..

Jika lengan panjang sebaiknya dilipat sedikit,agar terkesan lebih santai..

Bagi penjual wanita,jika ngotot ingin memakai kaos..

..sebaiknya tutupi dengan blazer,sehingga tetap terlihat elegan.

- celana kerja.

Jika pemasaran anda sifatnya door to door..

Walaupun anda seorang wanita,usahakan tetap gunakanlah celana kerja..

Hindari rok,apalagi yang ketat..

Karena selain akan menghambat gerakan anda saat presentasi..

Dikhawatirkan juga akan menimbulkan kesan sensual di mata calon konsumen pria..

Model tidak masalah,yang penting sopan.

Sebaiknya sih yang berwarna gelap,agar tidak mudah terlihat kotor..

Selain itu warna gelap-terutama hitam,akan lebih mudah dipadukan dengan baju berwarna apapun.

b.Berdandanlah sewajarnya.

Adalah naluriah jika seseorang sangat memperhatikan penampilan wajah maupun rambutnya.

Namun jika anda berkecimpung didunia marketing direct selling..

Jangan berdandan berlebihan..

Bagi wanita,sekedar kosmetik tipis dan rambut yang ditata sederhana(rebonding boleh),adalah yang disarankan..

Bagi pria,hindari potongan rambut yang aneh atau ekstrim..

Hindari juga memakai aksesoris seperti piercing,gelang,kalung gaul,dsb..

Karena itu akan menimbulkan kesan urakan dan memperbesar kecurigaan(terutama dari calon konsumen wanita).

c.Jaga sikap.

Yaitu dengan menjaga tutur kata dan sikap selalu sopan.

Jangan mendebat atau membantah kata-kata calon konsumen anda,karena itu tidak akan ada gunanya..

Lebih baik jika anda bertemu dengan calon konsumen yang bersikap keterlaluan..

Seperti menghina produk anda tanpa alasan yang jelas..

Mohon pamit dan tinggalkan segera..

Jangan membuang-buang waktu anda dengannya..

2.Kenali diri anda.

Salah satu kekeliruan yang paling sering dilakukan para marketing(terutama pemula)..

Ialah menelaah begitu saja semua jenis cara yang diajarkan kepadanya..

Kemudian tanpa pikir panjang,mencoba menerapkannya dilapangan..

Masalahnya,tahukah anda seberapa cocok cara itu dengan diri anda...??

Ingatlah hal ini...!!

Sifat atau watak yang berbeda,memerlukan cara dan teknik yang berbeda juga..

Sama halnya dengan murid-murid disekolah dasar..

Sebagian akan lebih mudah belajar secara visual( melihat)..

Sebagian lagi lebih merasa nyaman dengan cara mendengarkan..

Jadi bila para murid yang notabene merupakan tipe visual"dipaksa"mempelajari sesuatu dengan teknik mendengarkan saja..

Meskipun nyatanya otaknya pintar,

Bisa dijamin akan merasa sangat kesulitan dalam mencerna apapun yang diajarkan.

Begitu pula seorang marketing,

Jika setelah anda mencoba suatu teknik lalu tidak merasa cocok,jangan dipaksakan...

Kembangkanlah teknik anda sendiri,atau kompilasikanlah beberapa teknik yang anda ketahui..

Lalu jadikan itu sebagai teknik khusus"ala"anda..

Jika tidak,anda akan sulit beradaptasi atau enjoy dalam presentasi.

Akhirnya mudah jenuh dan merasa gagal..

3.Kenali calon konsumen anda.

Setelah anda mengenali jati diri anda dan berhasil menemukan teknik anda sendiri..

Maka langkah selanjutnya adalah mencoba menganalisa tipikal calon konsumen anda..

(Mengenai tipikal calon konsumen bisa anda baca diartikel saya sebelumnya yang berjudul Mengenal tipe-tipe calon konsumen.)

Hal ini penting,karena sama halnya dengan jati diri anda...

Tipe calon konsumen yang berbeda...

Tentunya akan memerlukan teknik presentasi yang berbeda juga.

Misalnya ;

Jika tipe calon konsumen anda adalah tipe ramah....

Mungkin cara presentasi yang terbaik adalah dengan memperbanyak approaching..

Karena tipe ini sangat terbuka..

Jadi tidak perlu terlalu mendetail menjelaskan spesifikasi produk..

Namun seandainya calon konsumen anda termasuk tipe emosional,

Maka selain approaching,perbanyaklah dalam menunjukkan kegunaan produk..

Karena manfaat produk adalah pemicu utama ketertarikan mereka..dsb.

Dengan mengenali tipikal calon konsumen anda..

Anda tentu akan lebih mampu untuk menentukan strategi yang terbaik dalam menghadapi calon konsumen anda..

4.Teknik contacting.

Contacting ibarat sebuah pintu gerbang yang harus anda buka agar bisa"memasuki"calon konsumen anda..

Jika anda ingin presentasi,maka anda tentu harus bisa mendapatkan ijin terlebih dahulu..

Jika di tahap awal ini saja anda sudah gagal...

Sudah pasti anda akan sangat sulit dalam menjual..

Lalu solusinya gimana...??

Bila anda sudah menjalankan ketiga langkah sebelumnya..

Maka sekarang mulailah belajar"mematangkan"teknik contacting anda...

Saya tidak akan membahas tentang kata-kata apa saja yang harus diucapkan saat contacting...

...karena pastinya sudah anda dapatkan saat sesi training diperusahaan anda masing-masing..

Tapi yang ingin saya bahas adalah beberapa hal penting yang harus anda perhatikan yaitu..;

a) saat memperkenalkan diri,tundukkanlah sedikit badan anda dan berusahalah untuk menatap mata calon konsumen..

b) jangan sekali-kali celingukan dihadapan calon konsumen..

Selain tidak sopan,hal itu justru akan menimbulkan rasa curiga..

c) dalam contacting,95%-nya pasti akan mendapatkan"perlawanan"dari calon konsumen..

Sebagian akan langsung menolak anda mentah-mentah..

Sebagian lagi penasaran dan akan meminta penjelasan lebih lanjut tentang maksud anda..

Dan disinilah dibutuhkan kelihaian seorang penjual dalam membolak-balik kata..

Plus sedikit "kengototan"dalam melobi keberatan dan penolakan calon konsumen..

Tapi,tentunya harus tetap melihat situasi dan kondisi yang ada..

Jika calon konsumen masih terlihat nyaman dengan kehadiran anda,silahkan anda lobi sekuatnya...

Tapi kalau tidak,sebaiknya mohon diri dengan sopan dan datangi lain kali saja saat suasananya lebih kondusif....

...atau kalau bisa,mintalah no teleponnya sehingga bisa anda hubungi suatu saat..

Saya teringat punya seorang teman yang hanya masuk kerja paling lama 2 minggu saja dalam sebulan...

Namun selalu bisa mencapai target penjualan minimal...

Pokoknya habis capai target,dia langsung meliburkan diri dan hanya datang pada saat ambil komisi...

Bagi kami yang rajin bekerja setiap hari...

...melihat hal seperti itu seolah-olah merasa dunia ini tidak adil..ha...ha..

Padahal rahasianya sederhana saja....

Teman saya bisa seperti itu karena dia sangat kuat dalam melobi calon konsumen untuk meminta ijin presentasi...

Dia selalu memilih rumah-rumah orang kaya yang sering sangat sulit ditembus..

Dan begitu bertemu dengan pemiliknya,dia berani ngotot untuk meminta ijin presentasi..

Walaupun sicalon konsumen pada awalnya berusaha menolak...

Tapi karena dilobi terus-menerus...

Pertahanan calon konsumennya pun jebol dan dia berhasil masuk untuk presentasi...

Nah,karena presentasinya selalu dengan orang-orang yang kaya,peluang closingnya pun jauh lebih besar..

Dan diapun tidak memerlukan banyak waktu untuk bekerja..


5.Teknik approaching.

Bisa dibilang approaching ini sebenarnya tidak terlalu sulit..

Karena teknik approaching itu sebenarnya bersumber dari keberanian sipenjual dalam memancing pembicaraan..

Dan berikut adalah beberapa hal yang bisa digunakan sebagai bahan topik pembicaraan..

a) Hobi.

Jika anda bisa menerka-nerka apa hobi dari calon konsumen anda...

...maka hal ini akan bisa menjadi bahan topik pembicaraan yang menarik.

Tapi,gimana caranya agar kita bisa tahu apa saja hobi calon konsumen kita..??

Gampang....

Perhatikan saja sekeliling rumah/kantor calon konsumen anda...

Lalu temukanlah sesuatu yang tampak menarik atau berbeda dari rumah lainnya..

Misalnya ;

Dirumah calon konsumen anda banyak terlihat tanaman-tanaman hias..

Maka anda bisa iseng bertanya pada calon konsumen anda,siapakah penghuni rumah yang suka menanam tanaman-tanaman tersebut...

Jika sicalon konsumen berkata bahwa dirinya sendirilah yang melakukannya....

Pujilah hal itu dan gunakan sebagai topik pembicaraan...

Jika tidak,tetaplah puji...

Tapi sebaiknya cari hal-hal lain sebagai bahan topik..

b) Profesi.

Bisa saja dengan bertanya langsung kepada calon konsumen..

Tapi akan lebih seru jika anda coba-coba menerka sendiri..

Caranya ya sama...

Yaitu dengan memperhatikan hal-hal unik yang terdapat di tubuh calon konsumen..

Contohnya ;

Jika sicalon konsumen mempunyai fisik agak tegap dan potongan rambutnya cederung cepak...

Maka anda bisa iseng menebak ;

"Bapak polisi/tentara ya...??"

Apapun jawabannya,itu bukan masalah...

Karena tujuan kita hanyalah mencari cara untuk membuka pembicaraan..

Begitu pula bila calon konsumen anda terlihat berpenampilan nyentrik...

Misalnya ; memakai tato,piercing,bergaya rambut gaul,dsb...

Maka kemungkinan besar Ia bekerja di kapal pesiar atau sektor pariwisata..

Tapi jika rambutnya panjang,ada kemungkinan Ia berprofesi sebagai pemusik atau seniman dsb...

Tapi ingat...

Amati sekilas saja,jangan terlihat mencolok..

c) Asal-usul,atau suku.

Sama dengan profesi..

Jika ada sesuatu dari calon konsumen yang bisa menunjukkan tentang hal-hal ini...

Maka adalah lebih baik jika anda iseng-iseng menebaknya..

Tapi jika tidak,tanyakan saja secara langsung..

Yang penting jangan sampai terlihat menginvestigasi..

(NB: sebaiknya hindari memakai topik tentang agama karena hal ini agak sensitif,kecuali jika bisa dipastikan bahwa calon konsumen beragama sama dengan anda).